Dear Homoeostatic,
Kenapa perasaan terisi ini juga harus kau seimbangkan dengan kehampaan?
meinaldy
my written subvocal-speech
Monday, March 31, 2014
Friday, January 31, 2014
Sunday, December 8, 2013
Ugh...
Terlalu banyak hal terjadi sama gue akhir-akhir ini. Semuanya, gue rasa, harusnya bisa jadi pembelajaran buat gue. Gue yakin. Hanya saja, gue belum tau apa yang bisa gue tarik dari ini semua. Gue baru bsa berharap untuk "lolos" dari ini semua dan kembali "hidup normal".
Mungkin gue terlalu capek untuk menyimpulkan semuanya.
Ya, gue hanya terlalu capek.
Maaf.
Mungkin gue terlalu capek untuk menyimpulkan semuanya.
Ya, gue hanya terlalu capek.
Maaf.
Wednesday, September 25, 2013
Tuesday, September 24, 2013
What Do You Want From ME?!
Saya bingung bagaimana kalian menilai saya. Apa yang saya punya, sih, sampai saya dikatakan sebegitunya? Atau saya yang terlalu bodoh dan sebenarnya sedang diperdaya...?
Ah, maafkan saya yang begitu berburuk sangka. Tapi, sungguh, saya tidak mengerti apa yang Anda, atau kalian, bicarakan. Ke mana arahnya. Mengapa saya. Dan yang terpenting, apa maksudnya.
Pernah merasakan suatu kebingungan luar biasa yang bahkan menimbulkan kekesalan tersendiri? Saya sedang mengalaminya. Tidak, saya tidak menyalahkan Anda. Saya menyalahkan diri saya yang entah tidak bisa menilai diri dengan baik, terlalu menampilkan hal-hal yang orang lain inginkan, atau memang terlalu bodoh saja.
Lihat saya, perhatikan saya, dan nilai saya lebih bijaksana.
Ya, saya tahu saya memang bodoh.
Terima kasih.
Ah, maafkan saya yang begitu berburuk sangka. Tapi, sungguh, saya tidak mengerti apa yang Anda, atau kalian, bicarakan. Ke mana arahnya. Mengapa saya. Dan yang terpenting, apa maksudnya.
Pernah merasakan suatu kebingungan luar biasa yang bahkan menimbulkan kekesalan tersendiri? Saya sedang mengalaminya. Tidak, saya tidak menyalahkan Anda. Saya menyalahkan diri saya yang entah tidak bisa menilai diri dengan baik, terlalu menampilkan hal-hal yang orang lain inginkan, atau memang terlalu bodoh saja.
Lihat saya, perhatikan saya, dan nilai saya lebih bijaksana.
Ya, saya tahu saya memang bodoh.
Terima kasih.
Thursday, September 19, 2013
(entah harus dijudulin apa, runtut aja enggak, hehe)
Barusan, barusaaaan banget, iseng baca blognya Teh Tuti. Jadi ngerasa dosa udah segitu lamanya ga nulis di sini... hehe :)
Postingan terakhir gue adalah tentang "kekenyangan". Sekarang, gue masih "begah" sebenarnya. Emang segitu banyaknya yang sedang dan sudah gue alamin. Harus banyak bersyukur, karena Allah sepertinya lagi-lagi memberikan banyak pembelajaran buat gue. Kalo gue janji buat cerita semuanya di sini, sepertinya bakal bernasib mirip beberapa janji gue pada blog ini yang sampe sekarang belom bisa gue penuhin... Hmm.
Dengan begitu banyaknya "santapan" yang gue konsumsi saat ini, di mana baik yang enak maupun enggak semuanya bikin begah, gue sangat bersyukur dikelilingin orang-orang yang luar biasa. Luar biasa baik, luar biasa cerdas, luar biasa menyenangkan, dan (yang terpenting, mungkin) luar biasa tahan bergaul sama gue HE HE. Mereka yang bikin gue tahan dan senantiasa gembira ngadepin apapun yang harus gue hadepin. Mereka yang selalu jadi 'charger' batere tubuh gue, lahir-batin. Banyak yang nanya, "Kapan batere lo abis, sih, Cal?". Biasanya gue cuma akan ketawa atau ngelanjutin perilaku ajaib gue sambil ngejawab sekenanya. Ya gimana batere gue mau abis, kalo bisa nge-charge kapanpun di manapun? Yeah, you guys are my chargers! :))
Di antara walking chargers gue, ada beberapa orang yang segitu spesialnya. Udah jadi keluarga gue sendiri sepertinya. Mereka yang udah gue rindukan bahkan sebelum gue ketemu mereka, if you know what i mean.
Postingan terakhir gue adalah tentang "kekenyangan". Sekarang, gue masih "begah" sebenarnya. Emang segitu banyaknya yang sedang dan sudah gue alamin. Harus banyak bersyukur, karena Allah sepertinya lagi-lagi memberikan banyak pembelajaran buat gue. Kalo gue janji buat cerita semuanya di sini, sepertinya bakal bernasib mirip beberapa janji gue pada blog ini yang sampe sekarang belom bisa gue penuhin... Hmm.
Dengan begitu banyaknya "santapan" yang gue konsumsi saat ini, di mana baik yang enak maupun enggak semuanya bikin begah, gue sangat bersyukur dikelilingin orang-orang yang luar biasa. Luar biasa baik, luar biasa cerdas, luar biasa menyenangkan, dan (yang terpenting, mungkin) luar biasa tahan bergaul sama gue HE HE. Mereka yang bikin gue tahan dan senantiasa gembira ngadepin apapun yang harus gue hadepin. Mereka yang selalu jadi 'charger' batere tubuh gue, lahir-batin. Banyak yang nanya, "Kapan batere lo abis, sih, Cal?". Biasanya gue cuma akan ketawa atau ngelanjutin perilaku ajaib gue sambil ngejawab sekenanya. Ya gimana batere gue mau abis, kalo bisa nge-charge kapanpun di manapun? Yeah, you guys are my chargers! :))
* * *
Di antara walking chargers gue, ada beberapa orang yang segitu spesialnya. Udah jadi keluarga gue sendiri sepertinya. Mereka yang udah gue rindukan bahkan sebelum gue ketemu mereka, if you know what i mean.
PSDM Huru-Hara: Via, Obed, Dhita, Acy, Ical, Hitta, Amira
Terima kasih udah jadi bagian dari gue selama sembilan bulan terakhir. Yuk semangat buat paruh kedua kita! Tinggal tiga bulan... :"(
Thursday, August 29, 2013
Kekenyangan
Pernah merasa kekenyangan hingga enggan membayangkan kembali makanan-makanan nikmat yang baru saja dilahap? Hal itu sepertinya sedang terjadi pada saya. Konotatif, tentu saja.
Dalam sebulan terakhir, terlalu banyak hal yang saya alami. Umumnya, sih, membahagiakan. Tapi bukan berarti tidak ada yang tak menyenangkan. Dan karena masih 'kekenyangan', rasanya saya masih enggan banyak bercerita lewat sini. Mungkin akan saya cicil nantinya... Mungkin. Yang jelas, saat ini saya sedang merasa tidak sabar untuk kembali berkuliah setelah liburan yang tidak terlalu liburan ini :)
Dalam sebulan terakhir, terlalu banyak hal yang saya alami. Umumnya, sih, membahagiakan. Tapi bukan berarti tidak ada yang tak menyenangkan. Dan karena masih 'kekenyangan', rasanya saya masih enggan banyak bercerita lewat sini. Mungkin akan saya cicil nantinya... Mungkin. Yang jelas, saat ini saya sedang merasa tidak sabar untuk kembali berkuliah setelah liburan yang tidak terlalu liburan ini :)
Thursday, August 8, 2013
Walillahilhamd
Malam ini malam perpisahan.
Berpisah dengan Ramadhan yang hanya datang setahun sekali.
Rasanya belum pernah sesedih ini.
Menyadari lagi-lagi diri ini belum bisa beribadah dengan baik.
Padahal Ramadhan datang hanya sebentar.
Semakin sadar pula bahwa banyak yang masih terlampau kurang dalam diri ini.
Sungguh, esok adalah hari yang dinanti.
Shalat idul fitri, bersilaturahim, saling memaafkan.
Orang-orang bilang, esok adalah hari kemenangan.
Hari yang patut untuk dirayakan.
Tapi benarkah kita yang menang?
Semoga segala amal ibadah kita selama Ramadhan kemarin diterima.
Semoga kita mendapat rahmat, ampunan, dan dihindarkan dari api neraka-Nya.
Semoga kita semakin menjadi pribadi yang baik.
Semoga ibadah kita semakin kuat.
Semoga kita selalu di jalan Allah.
Semoga iman Islam kita semakin kokoh.
Semoga Allah meridhai kita.
Allahuakbar. Allahuakbar.Allahuakbar.
Walillahilhamd.
Berpisah dengan Ramadhan yang hanya datang setahun sekali.
Rasanya belum pernah sesedih ini.
Menyadari lagi-lagi diri ini belum bisa beribadah dengan baik.
Padahal Ramadhan datang hanya sebentar.
Semakin sadar pula bahwa banyak yang masih terlampau kurang dalam diri ini.
Sungguh, esok adalah hari yang dinanti.
Shalat idul fitri, bersilaturahim, saling memaafkan.
Orang-orang bilang, esok adalah hari kemenangan.
Hari yang patut untuk dirayakan.
Tapi benarkah kita yang menang?
Semoga segala amal ibadah kita selama Ramadhan kemarin diterima.
Semoga kita mendapat rahmat, ampunan, dan dihindarkan dari api neraka-Nya.
Semoga kita semakin menjadi pribadi yang baik.
Semoga ibadah kita semakin kuat.
Semoga kita selalu di jalan Allah.
Semoga iman Islam kita semakin kokoh.
Semoga Allah meridhai kita.
Allahuakbar. Allahuakbar.Allahuakbar.
Walillahilhamd.
Sunday, July 14, 2013
Menikmati Tanya Diri
Tahun lalu, sebuah pertanyaan muncul di ujung tahun. Kira-kira 2 bulan sebelum tahun lalu berakhir. Pertanyaan itu, alhamdulillah, dapat gue jawab beberapa saat sebelum pergantian tahun. Jawaban itu masih terus gue selami hingga saat ini. Kebahagiaan karena bisa menjawab pertanyaan tersebut dan menyelaminya hingga saat ini pun masih gue rasakan.
Pertanyaan serupa ternyata muncul lebih awal di tahun ini. Beberapa saat lalu pertanyaan itu muncul. Dini sekali. Bahkan belum separuh tahun ini dijalani. Entahlah, entah ini baik atau buruk. Lingkungan gue memaksa gue mempertanyakan itu kepada diri gue sendiri. Menakutkan. Buat gue, ini menyeramkan.
Tanpa gue duga, ternyata sebuah pilihan jawaban ditawarkan. Gue nggak siap. Sungguh, mempertanyakannya saja gue masih belum siap, apa lagi mendapat salah satu pilihan jawaban.
Tapi sepertinya gue memang sudah harus mempersiapkan diri. Pertanyaan ini bukan pertanyaan sembarangan. Tidak bisa dijawab seenaknya. Butuh pertimbangan akan semua pilihan jawaban. Dan memilih untuk tidak memilih jawaban adalah bukan pilihan!
Ah, kenapa gue harus sebegitu kerasnya terhadap gue sendiri? Kenapa gue tidak membiarkan gue menemukan jawaban ini tanpa harus dipaksakan?
Ayo, Cal, kita nikmati pertanyaan ini sambil menghinggapi setiap pilihan jawabannya dengan hati-hati. Percayalah, ini akan menyenangkan! :)
Pertanyaan serupa ternyata muncul lebih awal di tahun ini. Beberapa saat lalu pertanyaan itu muncul. Dini sekali. Bahkan belum separuh tahun ini dijalani. Entahlah, entah ini baik atau buruk. Lingkungan gue memaksa gue mempertanyakan itu kepada diri gue sendiri. Menakutkan. Buat gue, ini menyeramkan.
Tanpa gue duga, ternyata sebuah pilihan jawaban ditawarkan. Gue nggak siap. Sungguh, mempertanyakannya saja gue masih belum siap, apa lagi mendapat salah satu pilihan jawaban.
Tapi sepertinya gue memang sudah harus mempersiapkan diri. Pertanyaan ini bukan pertanyaan sembarangan. Tidak bisa dijawab seenaknya. Butuh pertimbangan akan semua pilihan jawaban. Dan memilih untuk tidak memilih jawaban adalah bukan pilihan!
Ah, kenapa gue harus sebegitu kerasnya terhadap gue sendiri? Kenapa gue tidak membiarkan gue menemukan jawaban ini tanpa harus dipaksakan?
Ayo, Cal, kita nikmati pertanyaan ini sambil menghinggapi setiap pilihan jawabannya dengan hati-hati. Percayalah, ini akan menyenangkan! :)
Saturday, June 22, 2013
Senang. Menyenangkan. Metamenyenangkan. Ekstramenyenangkan.
Beberapa saat terakhir, atau mungkin selama dua tahun terakhir, gue ngerasa gue selalu didominasi oleh mood positif. Secapek dan semenyebalkan apapun yang gue alami, gue hampir selalu berhasil mencari sesuatu yang akhirnya bikin gue merasa senang. Apapun yang menyenangkan. Yang udah gue lakuin, yang sedang gue lakuin, ataupun yang akan gue lakuin.
Gue pun berusaha jadi orang yang menyenangkan, walaupun perilaku dan perkataan gue bisa segitu irritating-nya. Jadi orang yang menyenangkan itu, menurut gue, menyenangkan. Dan kesenangan yang gue dapet dari (usaha gue) menjadi orang yang menyenangkan itu pun juga menyenangkan. Mungkin kita bisa sebut metamenyenangkan? Hahahaha.
Tapi ternyata memiliki hari-hari yang menyenangkan itu ga begitu menyenangkan. Well, menyenangkan, tapi ternyata ada sisi yang kurang menyenangkan. Ketika lo lagi butuh sesuatu yang benar-benar menyenangkan, lo harus mengalami hal-hal yang memang ekstramenyenangkan untuk bikin lo merasa ekstrasenang. Bukan, bukan berarti taraf rasa senang gue jadi tinggi. Gue tetap bisa merasa senang akan hal-hal yang sederhana.
Ah, kenapa jadi harus membahas ini? Ini kan hal yang tidak menyenangkan.
Emm.... yah, tapi setidaknya bisa mengekspresikan ini, walau sangat sederhana, jadi suatu hal yang menyenangkan. Sangat menyenangkan. Ekstramenyenangkan. (Setidaknya buat gue).
Nah, sekarang gue senang. Ekstrasenang :). Terima kasih!
Gue pun berusaha jadi orang yang menyenangkan, walaupun perilaku dan perkataan gue bisa segitu irritating-nya. Jadi orang yang menyenangkan itu, menurut gue, menyenangkan. Dan kesenangan yang gue dapet dari (usaha gue) menjadi orang yang menyenangkan itu pun juga menyenangkan. Mungkin kita bisa sebut metamenyenangkan? Hahahaha.
Tapi ternyata memiliki hari-hari yang menyenangkan itu ga begitu menyenangkan. Well, menyenangkan, tapi ternyata ada sisi yang kurang menyenangkan. Ketika lo lagi butuh sesuatu yang benar-benar menyenangkan, lo harus mengalami hal-hal yang memang ekstramenyenangkan untuk bikin lo merasa ekstrasenang. Bukan, bukan berarti taraf rasa senang gue jadi tinggi. Gue tetap bisa merasa senang akan hal-hal yang sederhana.
Ah, kenapa jadi harus membahas ini? Ini kan hal yang tidak menyenangkan.
Emm.... yah, tapi setidaknya bisa mengekspresikan ini, walau sangat sederhana, jadi suatu hal yang menyenangkan. Sangat menyenangkan. Ekstramenyenangkan. (Setidaknya buat gue).
Nah, sekarang gue senang. Ekstrasenang :). Terima kasih!
Subscribe to:
Posts (Atom)